Thu. Dec 2nd, 2021

Seismograf digunakan untuk mengukur aktivitas gempa bumi.

Gempa bumi adalah salah satu yang paling menghancurkan dari semua bencana alam. Gempa bumi sangat sulit diprediksi karena peristiwa yang menyebabkan bencana ini terjadi jauh di dalam bumi. Pergerakan lempeng tektonik adalah penyebab utama gempa bumi. Letusan gunung berapi juga dapat memicu gempa bumi tetapi sering, pada gilirannya, disebabkan oleh aktivitas tektonik.

Tidak semua negara di dunia rentan terhadap gempa bumi. Negara-negara paling rawan gempa di dunia termasuk China, Indonesia, Iran, dan Turki.  1. China

China mengalami 157 gempa bumi dari tahun 1900 hingga 2016, jumlah gempa bumi tertinggi di negara mana pun. Sebagian besar gempa bumi ini terjadi di wilayah barat daya negara itu, di mana medannya sangat bergunung-gunung. Untungnya bagi China, beberapa provinsi yang paling sedikit penduduknya, yaitu Sichuan, Gansu, Qinghai, Xinjiang, Tibet, dan Yunnan, terletak di wilayah ini. Medan terjal dan iklim yang keras di wilayah ini tidak kondusif untuk mendukung populasi yang tinggi. Namun, karena infrastruktur transportasi yang buruk dan topografi pegunungan terpencil di barat daya, penyelamatan dan pemulihan setelah gempa bumi menjadi tugas yang sangat menantang. 2. Indonesia

Dengan 113 gempa bumi berkekuatan signifikan antara tahun 1900 dan 2016, Indonesia menempati urutan kedua negara paling rawan gempa di dunia. Alasan utama tingginya frekuensi gempa bumi di Indonesia adalah lokasinya di Cincin Api. Sebagian besar gempa bumi dunia terjadi di Cincin Api, yang mencakup area berbentuk sepatu sekitar 40.000 km persegi. Pergerakan lempeng tektonik di daerah tersebut, serta letusan gunung berapi bawah laut atau permukaan, telah memicu banyak gempa bumi yang telah mempengaruhi Indonesia selama berabad-abad. 3. Iran

Iran, sebuah negara di Timur Tengah, terletak di daerah aktivitas seismik yang tinggi. Ini adalah negara gempa bumi terbanyak ketiga di dunia dan telah mengalami setidaknya 106 gempa bumi dari tahun 1900 hingga 2016. Negara ini ada di mana lempeng tektonik Eurasia dan Arab bertemu. Pegunungan Zagros, salah satu pegunungan termuda di dunia, berkembang di daerah tersebut karena subduksi tempat Arab di bawah lempeng Iran, yang terakhir menjadi bagian dari lempeng Eurasia yang lebih besar. Karena lokasi Iran di zona tabrakan lempeng yang berbeda, gempa bumi di negara itu tidak dapat dihindari. Terlebih lagi, zona seismik mencakup sebagian besar negara dengan luas yang panjangnya 1.600 kilometer dan lebar 400 kilometer. Alih-alih batas lempeng tajam tunggal, Iran memiliki banyak zona fraktur yang membuatnya lebih rentan terhadap gempa bumi dahsyat. 4. Turki

Seperti negara-negara lain dalam daftar, Turki juga berada di atas salah satu tempat paling aktif secara seismik di dunia, batas lempeng antara lempeng Eurasia dan Arab. Lempeng Arab beringsut ke utara menuju Lempeng Eurasia yang relatif stabil. Turki terletak di batas dampak antara lempeng-lempeng ini. Pergerakan Lempeng Arab, pada gilirannya, dipicu oleh pembentukan dan penyebaran kerak baru di sepanjang pegunungan tengah laut Laut Merah dan Teluk Aden. Penyebaran kerak baru ini memberikan dorongan ke utara ke lempeng Arab. Tekanan dari lempeng Arab telah menghasilkan dua kesalahan di negara itu yang dimulai dari titik temu dan kemudian berpisah sebagai Patahan Anatolia Utara dan Patahan Anatolia Timur. Lokasi di sepanjang patahan ini sangat rentan terhadap gempa bumi. 5. Jepang

Seperti Indonesia, Jepang berada di dekat Cincin Api Pasifik yang membuatnya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Pergerakan dan tabrakan lempeng benua dan samudera di dalam dan sekitar Jepang bertanggung jawab atas bencana ini. Jepang berada di sendi empat lempeng tektonik yang berbeda. Ini adalah lempeng Amerika Utara, lempeng Pasifik, lempeng Filipina, dan lempeng Eurasia. Pergerakan dan subduksi lempeng Filipina dan Pasifik di bawah dua lempeng lainnya menyebabkan gempa bumi.  6. Peru

Peru berada di antarmuka antara lempeng Amerika Selatan dan Nazca. Pergerakan yang pertama di atas yang terakhir pada tingkat 77 mm per tahun memicu gempa bumi karena patahan dorong pada antarmuka lempeng. Vulkanisme di dataran tinggi Peru dan pembentukan Palung Peru-Chili dan Pegunungan Andes juga merupakan hasil dari lempeng tektonik karena pergerakan lempeng-lempengan ini. 7. Amerika Serikat

Bagian dari pantai barat Amerika Serikat berada di Cincin Api Pasifik. Lempeng tektonik juga aktif di wilayah tersebut. Batas dinamis lempeng Pasifik dan Amerika Utara bertanggung jawab atas banyak gempa bumi di negara ini, terutama di Alaska dan California. Pada yang terakhir, Patahan San Andreas berjalan jarak jauh membuat negara sangat rentan terhadap bencana. 8. Italia

Di Italia, bagian selatan negara ini paling rentan terhadap gempa bumi karena lempeng Eurasia dan Afrika bertabrakan di wilayah ini. Sebagian besar gunung berapi paling berbahaya di Italia seperti Etna, Vesuvius, dan Stromboli berada di wilayah ini. Negara-negara Lain yang Sangat Rentan Terhadap Gempa Bumi

Afghanistan dan India juga sangat rentan terhadap gempa bumi karena aksi lempeng tektonik. Lempeng India terus bergerak ke utara dan menabrak lempeng Eurasia, yang merupakan penyebab utama gempa bumi di anak benua India. Yunani dan Meksiko juga rentan terhadap peristiwa gempa bumi. 10 Negara Paling Rawan Gempa di Dunia

RankCountry Jumlah gempa bumi, 1900 hingga 2016

1China1572Indonesia1133Iran 1064Turkey775Japan616Peru447United States of America418Italy339Afghanistan, India, Yunani, dan Meksiko32

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *