Sat. Nov 27th, 2021

2019 akan menjadi momen penting bagi teknologi informasi global (TI). Ini akan menandai pertama kalinya bahwa layanan 5G komersial akan beroperasi secara nasional di Korea Selatan. Studi menunjukkan bahwa teknologi 5G akan menawarkan kecepatan transmisi data 10 hingga 100 kali lebih cepat daripada jaringan 4G Long-Term Evolution (LTE) saat ini. Ini tidak hanya akan memungkinkan pertukaran data yang lebih cepat, tetapi juga akan membuka kemungkinan baru untuk penerapan Artificial Intelligence (AI) di berbagai bidang seperti pengembangan kendaraan otonom atau drone dan pembangunan kota pintar, antara lain. Ringkasan Masalah ini akan mengeksplorasi proses di mana Korea Selatan telah bergerak maju dengan tahap awal proses ini dan menunjukkan beberapa tantangan yang terkait dengan transisi ke infrastruktur TI nasional baru.

Teknologi nirkabel 5G menghadirkan peluang besar bagi Korea Selatan tetapi sebagian besar terobosan penting kemungkinan akan datang dari interaksi business-to-business (B2B) dalam waktu dekat. Menurut survei eksekutif yang dilakukan oleh GSMA pada tahun 2017, misalnya, komunitas bisnis mengharapkan banyak pendapatan baru berasal dari layanan di B2B daripada domain business-to-consumer (B2C) dan business-to-government (B2G) (Tabel 1).

Tiga operator seluler utama Korea Selatan (KT Corporation, SK Telecom Co., Ltd., dan LG U Plus Corp) diperkirakan akan menginvestasikan total KRW 20-25 triliun (USD 20-25 miliar) dalam meletakkan infrastruktur jaringan 5G.2 Dari jumlah ini, KRW 7,4812 triliun (USD 7,48 miliar) akan dialokasikan untuk membangun BTS 5G selama 2019-23 (Gambar 1). Diperlukan untuk mengkomersilkan produk perangkat lunak untuk jaringan 5G, layanan 5G komersial tidak mungkin digunakan secara luas sampai 2023.

[Tabel 1] Sumber Pendapatan Baru untuk 5G6

Sumber: GSMA(CEO 5G Survey, Oktober 2016)

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh KT Economic and Management Research Institute, jaringan 5G Korea Selatan diperkirakan akan menyuntikkan setidaknya KRW 30,3 triliun (USD 30,3 miliar) 8 ke dalam ekonomi Korea Selatan pada tahun 2025, yang akan menjadi 1,51 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara itu pada tahun 2025. Laporan tersebut memperkirakan bahwa jumlah ini akan tumbuh menjadi setidaknya KRW 47,8 triliun (USD 47,8 miliar) pada tahun 2030 (2,08 persen dari PDB). Perusahaan berusaha untuk mengembangkan layanan 5G baru yang dapat menghasilkan pertumbuhan tersebut.

Gambar 1. Investasi di Base Station 5G (KT, SKT, LG U plus)

Sumber: Anggota Majelis Nasional Song Hui-gyeong9

Administrasi Bulan melihat teknologi nirkabel 5G sebagai landasan peluncuran untuk lepas landas Korea Selatan ke Revolusi Industri Keempat.10 Dampaknya diperkirakan akan signifikan pada semua sektor ekonomi. Di bidang manufaktur, misalnya, pabrik pintar generasi berikutnya akan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya rantai pasokan dan meningkatkan kualitas. Penggunaan mengemudi otonom dan peleton truk diharapkan menjadi lebih meresap. Penggunaan data besar, AI, dan otentikasi biometrik yang lebih luas juga akan membawa perubahan paradigma di sektor keuangan. 5G akan membuka pintu air untuk realitas virtual berkualitas lebih tinggi dan augmented reality, yang akan mengubah pengalaman media yang mendalam. Transformasi yang signifikan juga diharapkan dalam industri perawatan kesehatan karena orang akan memiliki akses yang lebih mudah ke data kesehatan mereka sendiri. Operasi jarak jauh dan perawatan medis dapat menjadi lebih mudah dan lebih luas. Penggunaan drone dalam layanan kurir diharapkan dapat mempersingkat waktu dan biaya pengiriman. Industri ritel akan lebih fokus pada inventaris dan logistik daripada display fisik dan ruang pamer. Di bidang pertanian, pengembangan dan penerapan smart farming diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.11

Sumber: Lembaga Penelitian Ekonomi dan Manajemen KT

Sebagian besar penelitian dan pengembangan di antara tiga operator seluler utama negara itu difokuskan untuk mewujudkan manfaat sosial-ekonomi ini (Gambar 2). Untuk mendukung upaya ini, Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan mengumumkan rencana pada Oktober 2018 untuk menginvestasikan KRW 86,3 miliar (USD 86,3 juta) pada tahun 2020 di lima bidang: pabrik pintar, kota pintar, kendaraan otonom, media imersif, dan bencana / keselamatan.Pada bulan Desember 2018, Majelis Nasional mengeluarkan undang-undang pajak khusus untuk mengurangi beban pajak di antara tiga operator seluler utama Korea Selatan dengan memungkinkan pengurangan pajak setara dengan 3 persen dari investasi di BTS 5G yang didirikan di luar Seoul, Incheon, dan Provinsi Gyeonggi selama 2019-20.13 Tantangan Keamanan

Meskipun ada manfaat yang jelas untuk penyebaran layanan 5G secara nasional, Korea Selatan juga harus mengatasi beberapa masalah serius terkait ketergantungannya pada peralatan dan teknologi China. Secara khusus, LG U Plus bergantung pada peralatan dan teknologi Huawei untuk beberapa jaringan 5G-nya. Pada Desember 2018, 5.804 BTS 5G telah dipasang secara nasional oleh tiga operator seluler utama. Di antara mereka, 4.133 stasiun dioperasikan oleh LG U Plus di Seoul dan wilayah metropolitan Daejeon.14 Meskipun tidak jelas berapa banyak stasiun ini yang terkait dengan Huawei, ada tekanan yang meningkat pada LG U Plus untuk melakukan kehati-hatian dan transparansi yang lebih besar dalam pemanfaatan peralatan dan teknologi China.

Penelitian telah menunjukkan, misalnya, bahwa sejumlah besar serangan cyber terhadap lembaga pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia berasal dari China.15 Dalam sebuah laporan baru-baru ini oleh perusahaan cybersecurity Carbon Black, China dan Rusia menyumbang hampir setengah dari semua insiden cybersecurity bermotivasi politik antara Juli dan November 2018.16 Beberapa insiden ini terkait dengan pemerintah Dan perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Huawei, misalnya, menghadapi dakwaan 10-hitungan oleh pemerintah AS karena melanggar hak kekayaan intelektual T-Mobile dan menghindari sanksi AS terhadap Iran melalui anak perusahaannya Skycom Tech Co Ltd.17 Pemerintah China, berkoordinasi dengan perusahaan telekomunikasi China, juga telah ditemukan telah mentransfer data rahasia dari kantor pusat Uni Afrika ke server di Shanghai selama lima tahun tanpa persetujuan sebelumnya.Laporan tentang chip mata-mata kecil di motherboard server Supermicro yang banyak digunakan oleh banyak perusahaan AS juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi peretasan perangkat keras China.19 Laporan ini sangat membingungkan karena fakta bahwa perusahaan China memasok sekitar 75 persen dari semua peralatan seluler dan 90 persen dari semua bagian komputer di seluruh dunia.

Insiden-insiden ini, meskipun tidak terisolasi, telah menimbulkan kekhawatiran di antara banyak negara tentang implikasi keamanan nasional dengan mengandalkan teknologi China. Menurut memo yang tidak dipublikasikan yang dirilis oleh Dewan Keamanan Nasional AS pada 30 Januari 2018, China telah berinvestasi cukup banyak dalam pengembangan jaringan 5G.21 Laporan tersebut melanjutkan dengan merekomendasikan bahwa AS harus mengurangi ketergantungannya pada teknologi 5G China. Pandangan ini banyak dibagikan di antara negara-negara lain seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Jepang, Prancis, Jerman, dan Republik Ceko.

Gambar 3. Insiden Serangan Cyber Terhadap Pemerintah Korea Selatan, 2015-1722

Insiden Serangan Cyber Terhadap Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, 2014-1723

Korea Selatan harus mulai menganggap serius ancaman ini mengingat lembaga pemerintahnya terus menjadi target serangan cyber dari daratan China (Gambar 3). Baik peretasan perangkat keras dan kode sumber menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional Korea Selatan. Pihak berwenang Korea Selatan saat ini sedang menyelidiki berapa banyak motherboard Supermicro yang digunakan di negara itu dan sedang mempertimbangkan langkah-langkah perbaikan untuk mengatasi kelemahan keamanan ini.24 Namun, tanggapan pemerintah terkait dengan penggunaan peralatan China dalam jaringan 5G relatif tenang. Posisi resminya adalah bahwa pemerintah Korea Selatan akan menahan diri untuk tidak melakukan intervensi langsung dalam operasi sehari-hari perusahaan telekomunikasi swasta.25 Sebaliknya, pemerintah telah mendorong LG U Plus untuk menanggapi masalah keamanan ini melalui inspeksi pihak ketiga terhadap kode sumber Huawei. Hasil temuan ini kemungkinan akan dipublikasikan pada paruh pertama 2019.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *